Tahun Romantis: di Kampus dan di Dunia Blogging

Baca Juga

Tahun ini tahun romantis. Relasi dengan sahabat – sahabat di kelas kian cair, tidak lagi beku seperti saat pertama kali bertemu di kelas. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai masuk fase menjalin kedekatan personal, meski tidak berpacaran. Tahun ini juga tahun romantis dengan dunia blogging. Di kampus dan di blog, pokoknya romantis.


Di tahun pertama kami di kampus ini, relasi antaranggota kelas adalah kebutuhan pertama dan mendesak. Tentu saja latar belakangnya adalah kesadaran bahwa persahabatan di lingkungan kampus berdampak positif bagi pengembangan potensi dan kompetensi seorang mahasiswa jika dikelola secara positif dan bijak.

Di tengah romantisme dengan sahabat-sahabat di kampus, tahun ini juga menjadi awal dimulainya romantisme pribadi dengan dunia blogging; sebuah dunia dengan tingkat pergaulan yang dilimpahi kesulitan dan tantangan. 



Hubungan romantis dengan dunia blogging mulai diretas saat tugas kuliah mulai menumpuk. Keseringan ke warnet untuk mencari materi-materi referensi makalah dan berbagai tugas kampus membuat saya akrab dengan dunia internet-terlalu sering baca blog orang. 

Setelah meraba-raba, rasa-rasanya dunia blogging adalah dunia yang mampu menciptakan relaksasi. Dia menghadirkan suasana santai di saat otak bekerja keras untuk menghasilkan makalah akademik sebagai tugas perkuliahan. 

Selama dunia itu digeluti, saya juga perlahan-lahan menyelami dunia kepenulisan, jurnalistik dasar dan komputer. Bagi saya, ini penting untuk menambah pundi-pundi kemampuan diri di luar kemampuan menguasai spesifikasi keilmuan yang saya geluti di kampus.

Saya mulai menulis aneka tema. Antara lain tentang kampus STKIP Santu Paulus Ruteng, tempat saya belajar, tentang tantangan dan suka duka perkuliahan, tentang relasi dengan para sahabat, tentang kemahasiswaan, tentang pemuda, dan tentang keluarga juga pastinya. Tak lupa pula tema tentang Ruteng, Flores, kota di bawah kaki Gunung Ranaka yang saban tahun disemuti para pelajar dari berbagai pelosok Flores.

Di tahun awal ini, situasi kampus memang belum sepenuhnya ‘pulih’. Gejolak internal kampus selama 2005-2006 telah mengubah banyak hal dan opini di lingkungan kampus. Khususnya tentang hubungan mahasiswa dengan dosen-dosen di kampus.

Sisa-sisa situasi kelam itu masih kami dapatkan di kampus. Bahkan, beberapa kali kami mendapati beberapa senior di kampus yang menggelar aksi di halaman kampus. Aksi-aksi mereka acapkali berujung kericuhan dengan para dosen. Meski terjadi berulang-ulang, aksi para senior itu tak lantas mengganggu aktivitas akademik di kampus.

Untuk situasi itu, kami tidak banyak bersikap. Alasannya cukup sederhana, bahwa kami tak mengetahui persoalan atau fakta yang terjadi di kampus sebelum kami diterima sebagai mahasiswa, yang menjadi pemicu persoalan.

Meskipun demikian, niat dan usaha kami untuk menggali dan mendalami duduk persoalan yang terjadi di lingkungan kampus tak pernah surut.

Di dua semester awal ini, kami hanya berupaya untuk mendapatkan nilai yang baik. Sama baiknya dengan harapan orang tua yang menitipkan kami mengenyam pendidikan di sini. Kami belum mau terlibat terlalu jauh dalam persoalan lama yang terjadi di kampus.

Kami masih beromantika dengan kampus, dengan para penghuninya, dan dengan para pengunjungnya. Ini tahun dimana kami mulai menggeluti berbagai literatur Bahasa Inggris dan tahun dimana kami mulai bercengkerama di lingkungan kampus dengan cara seorang mahasiswa.

Masih tentang menggeluti blogging, ini merupakan sebuah agenda penting; sama pentingnya dengan agenda perkuliahan. Ya, mulai belajar, mulai meraba-raba urusan tata letak blog, mulai melatih menginput tulisan ke dalam blog, dan mulai mengenal istilah-istilah dalam ‘kamus blogging’ itu adalah proses belajar serius di tahun ini.

Saya tahu, aktivitas ini mahal dan cukup merepotkan, sebagaimana yang saya singgung di artikel sebelumnya tentang blogging di Ruteng itu mahal. Tetapi, tak apa lah. Belajar adalah proses menjadi dan proses yang selalu terjadi. Terus menerus terjadi, tak mengenal ruang dan waktu.




Saya menggelutinya dengan hati yang riang, tanpa paksaan, apalagi tekanan. Yang diperlukan hanyalah cara yang digunakan pada waktu yang tepat agar urusan blogging tetap menjadi matakuliah yang dipelajari di luar kampus secara mandiri dengan bobot keseriusan yang setara dengan perkuliahan formal di dalam ruang kelas.

Anyway, kampus saya kampus yang indah. Halaman kampus yang dipenuhi pohon cemara menyumbang kedamaian hati segenap insan di dalamnya. Lingkungannya juga bersih. Lapangannya rata. Para mahasiswinya juga cantik-cantik.

Begitu saja dulu untuk kali ini. Jika ada yang tak dimengerti dan tak sesuai harapan kepenulisan yang anda anggap ideal, mohon dimaklumi. Saya sedang belajar menulis sambil menggeluti dunia blogging.

*Marsel Gunas- dari Pojok Kapela STKIP St Paulus Ruteng
Tahun Romantis: di Kampus dan di Dunia Blogging Tahun Romantis: di Kampus dan di Dunia Blogging Reviewed by Marcell Gunas on Selasa, Oktober 02, 2007 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.