Fakta Umum Berbahasa Inggris di Ruteng

Baca Juga

“Fakta tentang berbahasa Inggris di Ruteng” ini bukan hasil studi khusus melalui penelitian akademik. Ini hanya sekedar kesan dan pendapat pribadi berdasarkan beberapa diskusi kecil di kelas saat perkuliahan berlangsung.

Beberapa hal yang (sepintas) tampak dari proses kegiatan berbahasa di Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, sangat berkaitan dengan beberapa faktor. Diantaranya, minat dan lingkungan sosial. Sebut saja minat adalah faktor internal, dan lingkungan sosial adalah faktor eksternal.



Dari segi minat berbahasa Inggris, boleh dibilang sebagian besar warga Manggarai, khususnya pelajar di Ruteng, memiliki minat yang tinggi dalam berbahasa Inggris. Namun, pada tingkat praktik, minat yang tinggi itu terbelenggu lingkungan sosial, baik keluarga (lingkungan sosial skala kecil) maupun lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Fakta umum berbahasa Inggris di Ruteng

Lingkungan keluarga dan masyarakat lebih dominan menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari. Begitu pula di lingkungan masyarakat. Hal ini wajar-wajar saja. Sebab pada dasarnya, Bahasa Inggris merupakan Bahasa Ketiga (Third Language) bagi orang Indonesia.

Mother Tongue (bahasa ibu) bagi orang Indonesia adalah bahasa daerahnya. Bahasa keduanya adalah Bahasa Indonesia.

Di Ruteng- Manggarai pada umumnya- penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari-bahkan di lingkungan sekolah-sangat dipengaruhi oleh alasan mendasar itu. Sebagian besar pelajar masih menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah, bahkan di dalam kelas.

Dampak

Penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari bukanlah masalah. Seperti yang saya sebutkan tadi, hal itu wajar jika mempertimbangkan “posisi” bahasa daerah sebagai “bahasa ibu”. Tetapi, berdasarkan pengalaman saya, keseringan menggunakan bahasa daerah juga bisa berdampak serius terhadap penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Masalah yang paling sering ditemukan adalah minimnya vocabulary (kosakata), baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Akibatnya, seorang penutur kesulitan menggunakan kata Bahasa Indonesia yang tepat untuk mengungkapkan isi pikirannya. Seorang penutur lebih dahulu menerjemahkan objek pembicaraanya ke dalam Bahasa Manggarai sebelum Bahasa Indonesia. Bisa dibayangkan betapa rumitnya “proses menghasilkan kosakata” yang siap dipakai untuk mengungkapkan sebuah objek pembicaraan dalam Bahasa Inggris, kan? Manggarai-Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris. Kira-kira begitu alurnya.


Dosen saya di kelas bilang, “if you want to be master on English, you should be master on Indonesian.” Artinya, kira-kira: “Kalau anda ingin berbahasa Inggris dengan baik, anda harus bisa berbahasa Indonesia dengan baik pula”.

Pada kasus-kasus tertentu, saya sependapat dengan dosen saya itu. Setidaknya jika didasarkan pada pengalaman pribadi dalam belajar berbahasa Inggris.

Lingkungan: Sekolah Bahasa

Bagi seorang pelajar, bahkan mahasiswa, kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya ditunjang oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga ditentukan oleh lingkungannya, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial umumnya.

Lingkungan adalah “sekolah” ampuh dan mujarab untuk membentuk kemampuan berbahasa seseorang, termasuk kemampuan berbahasa Inggris. Memang, dalam beberapa debat soal ini, ada yang mengatakan bahwa tidak otomatis lingkungan yang dominan menggunakan Bahasa Indonesia akan membuat seseorang lebih menguasai Bahasa Indonesia lebih baik. Dan lingkungan yang memungkinkan terselenggaranya praktik-praktik pengucapan Bahasa Inggris (meski hanya sesekali) akan membuat bisa menguasai Bahasa Inggris lebih cepat.

Saya sependapat. Tetapi, apapun itu kasusnya, pada akhirnya lingkungan lah yang menentukan praktik-praktik peningkatan kemampuan berbahasa. Khususnya dalam hal kemampuan berbicara Bahasa Inggris.

Sebenarnya ada empat kemampuan dasar dalam berbahasa Inggris: Pertama, Reading (Kemampuan Membaca). Kedua, Writing (Kemampuan Menulis), Listening (Kemampuan Mendengar) dan Speaking (Kemampuan Berbicara). Keempat kemampuan itu juga ditunjang oleh penguasaan grammatical (tata bahasa).

Fakta umum berbahasa Inggris di Ruteng setidaknya menyangkut empat kemampuan itu juga. Ada yang benar dalam membaca kalimat Bahasa Inggris, tapi tidak benar saat dituliskan. Ada yang benar saat dituliskan, namun kurang tepat saat dibacakan. Ada yang benar saat mendengar, tetapi kurang benar saat dituliskan.

“Kira-kira anda dan saya masuk bagian mana dari empat fakta itu?”

Dari pojok kampus STKIP St. Paulus Ruteng

Tabe-Marsel Gunas
Fakta Umum Berbahasa Inggris di Ruteng Fakta Umum Berbahasa Inggris di Ruteng Reviewed by Marsel Gunas on Jumat, September 12, 2008 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.