Diskusi adalah Pertukaran Ide

Baca Juga

Teman diskusi terbaik dalam hidup saya adalah ayah saya, Bp. Pius Gunas. Ruang tamu adalah tempat kami berdiskusi, ruang bertukar ide. Kata ayah, kultur diskusi dalam keluarga harus terus diperkuat. Sebab, diskusi adalah pertukaran ide.

In Frame: Marsel Gunas | Dok. nataslime.com

Saya setuju! Keluarga kami di Golokarot, Borong, Manggarai Timur, memiliki minat dan kebiasaan berdiskusi. Banyak hal yang kami tumpahkan saat diskusi itu berlangsung. 

Mulai dari cerita peristiwa yang sedang hangat dibicarakan, pengalaman-pengalaman yang inspiratif, aktivitas di sekolah, perilaku orang-orang dalam rumah, hingga membahas masalah yang tengah dihadapi keluarga. 


Semua yang terlibat dalam diskusi itu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat. Tidak hanya ayah dan ibu yang berbicara. Kami – saya dan kedua saudari saya – juga ikut menyumbang pendapat alias turut mengomentari. Biasanya ayah yang membuka diskusi itu, ibu menyahut dan kami juga ikut berkomentar. 

Kebiasaan itu sudah kami alami sejak kecil. Biasanya, ayah membuka diskusi itu setelah santap malam, di meja makan. Keluarga kami memiliki tradisi untuk makan bersama di ruang makan, baik saat santap siang, maupun santap malam.

Bahkan saat sarapan pagi-sebelum kami berangkat ke sekolah, dulu, semua duduk mengitari meja makan. Itu sudah jadi tradisi di rumah. Tradisi itu juga tidak hanya berlaku untuk kami sekeluarga, tetapi juga berlaku saat kami kedatangan tamu. 

Sambil menikmati hidangan, selalu ada bahan obrolan baru yang didiskusikan. Ayah memang selalu punya cerita menarik untuk dibahas. Ada gelak tawa di sana saat diskusinya menyerempet ke hal-hal lucu. 

Karena sudah menjadi tradisi di keluarga, minat dan kebiasaan saya untuk berdiskusi juga kami terapkan di sekolah. Saya senang mengajak teman ngobrol, bertukar pendapat, membagikan pengalaman pribadi dan saling curhat. 

Yang saya rasakan, kebiasaan itu sungguh membantu saya lebih cepat ‘diterima’ oleh teman-teman di sekolah, atau di lingkungan sosial dengan tetangga di Golokarot-Borong. 

Meskipun obrolannya tidak melulu hal yang serius dan berat-berat. Obrolan ringan dan santai saja. Tentang pergaulan, tentang pelajaran di sekolah, tentang guru, tentang nilai ujian, banyak hal! Hehe


Diskusi ya begitu. Ada tukar tambah ide di dalamnya, ada komentar terhadap tema diskusi di sana. Diskusi bukan tukar tambah amarah atau emosi. Tukar tambah amarah itu namanya bertengkar atau berkelahi. Diskusi yang baik meniscayakan sikap saling menerima perbedaan pandangan atau pikiran. Peserta diskusi adalah orang yang siap membagikan idenya kepada orang lain, dan siap pula menerima perbedaan ide yang disampaikan oleh orang lain kepadanya. 

Terimakasih untuk ayah dan ibu yang telah mentradisiskan diskusi dalam kehidupan keluarga. Apa yang telah diwariskan ini, patut dilestarikan oleh generasi penerus keluarga di hari-hari selanjutnya. Semoga! 

Tabe – Marsel Gunas
Diskusi adalah Pertukaran Ide Diskusi adalah Pertukaran Ide Reviewed by Om Marcell on Kamis, Februari 12, 2009 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.