Apakah Orang Katolik Perlu Berpolitik?

Baca Juga

Apakah orang Katolik perlu berpolitik? Anda dan saya masing-masing punya jawabannya. Jawaban kita boleh jadi berbeda. Boleh jadi sama. Jawaban yang kita suguhkan pastinya berangkat dari pemahaman kita yang juga berbeda tentang politik, atau mungkin juga tentang “Katolik”.

Saya percaya bahwa politik bukanlah hal tabu untuk digeluti. Sebagai orang Katolik, saya menganggap politik adalah jalan pelayanan demi mewujudkan kasih Allah. Politik bukanlah alat untuk mengkatolikan orang non-katolik. Politik adalah jalan terwujudnya bonnum commune.




Dalam surat “Aksi Kaum Muda” Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2008 dijelaskan bahwa politik merupakan hak, tanggungjawab dan panggilan semua anggota Gereja. Apalagi, proses demokrasi kian membuka peluang lebih besar bagi umat Katolik untuk berpartisipasi dalam politik seperti yang dirumuskan dalam The Conference of Bishops Council of the Philipines (CBCP), pada 2002 dan 2005.

Di Indonesia, peran politis orang Katolik, khususnya yang dimotori Gereja Katolik, terlihat dalam tindakan profetis, etis dan praktis membangun bangsa dan negara berdasarkan nilai-nilai Injili seperti cinta kasih, kedamaian, keadilan, pelayanan dan kesejahteraan bersama. Gereja juga terus berdialog dengan semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia yang plural. Tujuannya, demi merealisasikan cita-cita Indonesia sebagai rumah bersama yang adil dan sejahtera.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX pernah memberi kesaksian bahwa Gereja Katolik Indonesia terus mendefinisikan dirinya sebagai “rumah Tuhan tanpa dinding” serta institusi sosial yang terus berbela rasa, mewartakan pengharapan dan pertobatan serta menciptakan masyarakat baru Indonesia yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

Politik Katolik: Meneladani Yesus

Politik bagi orang Katolik adalah upaya meneladani Yesus, Sang Guru. Meneladani Yesus mengandung beberapa pengertian, antara lain; usaha menciptakan kerukunan, kedamaian dan persatuan. Yesus datang ke dunia untuk membawa damai bagi seluruh umat manusia.

Meneladani Yesus juga dapat diartikan sebagai sebuah tindakan yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kisah Rasul Paulus menaseharti jemaat di Roma supaya jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi melakukan apa yang baik bagi semua orang (Rm. 12:17) kiranya bisa menjadi inspirasi terkait hal ini.


Meneladani Yesus juga dapat terwujud dalam upaya membebaskan diri dari berbagai krisis sosial ekonomi dan krisis politik (korupsi, penyalahgunaan kuasa, dan wewenang) yang menimpa bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Orang Katolik juga terpanggil untuk melakukan pendidikan politik bagi semua elemen bangsa, khususnya warga Gereja dengan maksud agar semakin banyak yang sadar politik, tahu akan hak dan kewajibannya dan mau terlibat aktif dalam politik.

Menjadi abdi politik artinya menjawab panggilan dan tugas suci Gereja untuk menjadi terang dan garam dunia dengan cara menegakan moral politik yang benar. Sehingga, cita-cita terwujudnya keadilan, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati niscaya terjadi.



Dari pojok STKIP Ruteng
Tabe
Marsel Gunas
Apakah Orang Katolik Perlu Berpolitik? Apakah Orang Katolik Perlu Berpolitik? Reviewed by Om Marcell on Selasa, Juni 12, 2012 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.