Kebiasaan Membakar Hutan

Baca Juga

Rumah Om Alfan Manah di Golowelu, Manggarai Barat adalah rumah kesekian saya di Tanah Nucalale ini. Mereka sudah saya anggap sebagai keluarga. Om Alfan pun demikian. Dengan keluarga saya di Golokarot, Borong, Manggarai Timur, sudah sangat akrab.

Kebiasaan Membakar Hutan by Marsel Gunas

Kebersamaan dan persaudaraan kami sebenarnya terbangun selama perjumpaan kami di berbagai kegiatan organisasi ekstra kampus. Om Alfan adalah salah satu aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai. Saat dia menjabat sebagai ketua GMNI Manggarai, saya sempat diajak untuk bergabung bersama organisasi itu. Namun sayang, saya lebih tertarik untuk bergabung bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Sanctus Agustinus.

Relasi kedua organisasi ini sangat akrab, juga para anggotanya. Sosok Om Alfan juga turut membidani relasi harmonis itu. Hampir semua aktivitas sosial dilaksanakan bersama.

Perjumpaan dan persaudaraan saya dan Om Alfan, juga dengan keluarganya di Golowelu terwujud seiring waktu peristiwa perjumpaan lintas organisasi itu terjadi. Dalam beberapa model komunikasi, kami banyak sepemahaman. Curhat urusan personal juga kerap tak terhindarkan. Soal pacaran, paling banyak.

Minggu lalu, kami berkunjung ke Golowelu, ke rumah Om Alfan. Hari sudah mulai gelap saat kami meninggalkan Ruteng. Setelah Cancar, jalanan tampak lengang. Sepi. Maklum, jam-jam begitu warga sudah kembali dari sawah dam (mungkin) tengah asyik menikmati kebersamaan bersama keluarganya di dalam rumah.

Setiap kunjungan ke Golowelu selalu menuai kebahagiaan baru dalam hidup saya. Yang paling utama tentu cara Bapa dan Mama di Golowelu menerima saya, sama seperti mereka menerima Om Alfan. Saya diperlakukan dengan sangat baik. Kekhasan lainnya dari kunjungan ke Golowelu adalah bahasa. Unik, khas, dan kadang mengundang senyum.

Maklum, saya orang Borong, Manggarai Timur. Jarang sekali mendengar tutur kata dalam Bahasa Kolang, bahasa sehari-hari orang Golowelu. Khusus pada kata yang berakhiran huruf 'S' dan 'K', senang sekali kata-kata itu masuk ke telinga. Hehe.

Setelah dua hari menghabiskan waktu di Golowelu, saya dan Om Alfan pamit. Kami kembali ke Ruteng. Kebetulan, ada agenda yang harus dikerjakan di Ruteng.

Setelah menempuh perjalanan 2 Km dari rumah Om Alfan, kebahagiaan yang kami dapatkan di rumah berubah menjadi kesedihan. Hutan Meler-Kuwus terbakar. Hutan itu merupakan kawasan Register Tanah Kehutanan (RTK) 111 Meler-Kuwus, salah satu wilayah hutan konservasi di Kabupaten Manggarai. Letaknya tepat setelah Kampung Wela.



Di lokasi, Kepala Desa Golo Worok, Hilarius Gundi, saat ditemui di Kampung Wela, menegaskan bahwa pelaku perusakan dan pembakaran hutan tersebut bukan berasal dari wilayahnya. Sebab, menurutnya, RTK 111 tersebut adalah hutan milik warga Goloworok.

“Saya dapat memastikan bahwa pelaku pembakaran maupun berbagai bentuk perusakan di wilayah RTK 111 bukan berasal orang Goloworok, apalagi orang Wela. Karena ini hutan milik orang Goloworok” ucap Hilarius.

Sebagai pemerintah Desa, lanjut Hilarius, pihaknya telah memanggil secara resmi para pelaku pembakaran hutan tersebut. Di kantor Desa, demikian Hilarius, para pelaku tersebut telah mengakui aksi mereka.

Selain itu, pihaknya juga telah memberi wejangan kepada para pelaku. “Pelaku pembakaran tersebut berasal dari luar wilayah Goloworok. Dan saya sudah panggil mereka secara resmi ke kantor Desa. Dan mereka sudah akui perbuatan mereka yang menghancurkan hutan tersebut” aku Hilarius.



Di lokasi areal yang terbakar, beberapa warga Kampung Wela menyatakan bahwa RTK 111 adalah hutan milik mereka. Sehingga, menurutnya, warga Wela tidak mungkin merusaki apa yang telah menjadi milik mereka sendiri.

“Kraeng, mustahil jika kami pelakunya. Karena hutan ini sudah menjadi milik kami,sejak hutan ini berstatus Hutan Kemasyarakatan (HKm). Baik pemerintah maupun kami disini, wajib untuk jaga hutan ini. Karena memang ini milik kami” kata salah seorang warga Wela.
Kebiasaan Membakar Hutan Kebiasaan Membakar Hutan Reviewed by Marsel Gunas on Sabtu, September 08, 2012 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.