Perlakuan Terhadap 'Orang Gila'

Baca Juga

Saya dan anda mungkin berbeda pandangan tentang 'orang gila'. Orang gila itu apa? Orang tidak sehat akal? Orang tidak sehat pikir? Atau orang yang memiliki gangguan pada saraf? Banyak lah definisi tentang orang gila. Tetapi, bagi saya, ada yang lebih penting dari 'orang gila'; soal cara kita menghadapi 'orang gila'.

Malam ini saya melihat darah di sebuah kamar rumah milik Mario Martins. Mario Martins adalah seorang bekas tentara yang kini berdomisili di Ponggeok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores-Nusa Tenggara Timur. Saya menyaksikan darah manusia di seisi kamar. Masih segar. Itu darah Flavianus Jehanus (46).



Ia meregang nyawa di dalam kamar itu setelah dihajar beberapa warga Kampung Ponggeok. Flavianus adalah seorang pria dengan kelainan kejiwaan. Orang gila, kata sebagian orang. Ia menderita kegilaan cukup lama. Kegilaannya menakutkan, setidaknya bagi warga Ponggeok pada umumnya. Menakutkan karena ia berbahaya; sering memegang senjata tajam dan mengejar warga yang tengah melintas di depannya. Paling parah, ia pernah memukul ipar kandungnya hingga tewas.

“Kita mengira orang yang acak-acakan gila di jalan itu tidak waras, dan sebaliknya sebenarnya dia yang dikira gila justru mikir kita yang tidak waras”  Dian Nafi, dalam Sarvatraesa: Sang Petualang 


Selasa, 11 September 2012 adalah hari terakhir Flavianus di Ponggeok. Ia meninggal setelah dikeroyok warga yang marah melihat kelakuan Flavi, panggilan akrab Flavianus, yang hendak membakar kios milik saudaranya, Agustinus.

Kios itu terletak di sudut lapangan Ponggeok. Flavi hendak membakarnya karena sehari sebelumnya terlibat 'adu mulut' dengan istri pemilik kios. Warga yang melihatnya hendak membakar kios langsung mengejar dan menghentikan Flavi. Flavi berlari, menghindari amukan warga. Ia berlari menuju rumah Mario Martins, yang tak jauh dari kios yang hendak dibakarnya itu.

Warga yang memuncak amarahnya mengejar Flavi hingga ke rumah Mario. Di sana lah Flavi dikeroyok hingga tewas.

"Tadi sekitar jam 06.30 WITA kami lihat Flavi datang dari arah lapangan. Dan tiba-tiba kami lihat dia bakar Kios dari bagian belakang. Dan waktu dia bakar, banyak orang yang teriak-teriak. Karena banyak orang yg teriak, dia lari ke rumahnya Pak Mario. Tiba-tiba keluarga pemilik kios datang dan langsung susul dia kesana" ujar seorang warga.

Perlakuan Terhadap Orang Gila

Saya sempat masuk ke ruangan tempat Flavi dikeroyok. Di sana ada beberapa batang kayu kering, batu dan alat cangkul. Benda-benda itu diduga digunakan para pengeroyok saat menghabisi nyawa Flavi.

Mario Martins, sang pemilik rumah mengaku tak mengetahui secara pasti siapa saja yang terlibat dalam aksi tersebut. Dia bilang, saat Flavi masuk ke areal rumahnya, ia bersama istri dan kedua anaknya sedang makan malam.

"Kami sedang makan di belakang. Tiba-tiba Flavianus masuk,dan diikuti oleh orang banyak. Waktu mereka masuk kamar belakang, saya berlari keluar mengamankan anak-anak saya. Istri saya juga lari keluar. Saya tidak tahu lagi bagaimana kejadian di dalam kamar. Saya hanya kembali ketika warga mengangkat Flavianus keluar rumah dan saya lihat dia berdarah" terang Mario.




Mario juga mengatakan bahwa dari rumahnya, Flavi dibawa warga ke Puskesmas Ponggeok dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Sejam berselang, Kapolres Manggarai, Pontjo Soedjantoko dan beberapa aparat polres Manggarai tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP. Dalam keteranganya di Puskesmas Ponggeok, Pontjo menjelaskan bahwa berdasarkan hasil otopsi, ditemukan luka serius yang dialami Flavi. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan siapa pelaku aksi yang menewaskan Flavianus tersebut.

"Hasil otopsi tadi kita lihat tanganya patah,dan ada luka serius di daerah kepala.Belum bisa dipastikan siapa pelakunya. Kita dalami dulu kasusnya" ujar Pontjo.

Setelah mengambil beberapa frame gambar Flavi di ruang jenazah dan mewawancarai warga di lokasi kejadian, saya pulang dan menginap di Nampong, Desa Umung, sebuah wilayah di bawah kaki Golo Lusang. Ada Bapa Yoseph Wasi dan Mama Blandina di sana. Mereka keluarga saya.
Perlakuan Terhadap 'Orang Gila' Perlakuan Terhadap 'Orang Gila' Reviewed by Marsel Gunas on Kamis, September 13, 2012 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.