Polisi Peras Guru SD

Baca Juga

Selasa (11/9/2012) menjadi hari yang terakhir bagi Emiliana Helni (42), seorang guru di SDK Ruteng II Kecamatan Langke Rembong, Manggarai menjalankan aktivitasnya sebagai seorang pendidik. Sejak hari itu, ia harus rela mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Carep sebagai tahanan kejaksaan. Ia di tahan atas tuduhan melakukan penggelapan uang milik Monika Jemian, iparnya.

Polisi Peras Guru SD

Di Rutan Carep, kepada sejumlah wartawan pada Rabu (12/09) Emi membeberkan sejumlah informasi yang berkaitan dengan kronologi dan proses penahanan dirinya, termasuk aksi aparat polres Manggarai, Leonardus Marpaung yang meminta sejumlah uang kepadanya sebagai biaya “jatah tutup kasus”.




Menurut Emi, ia terseret kedalam pusaran kasus tersebut berawal dari laporan Alo Rajakepada tim penyidik Polres Manggarai atas tuduhan penipuan yang dilakukannya. Alo Raja adalah seorang staf di UPTD Dinas PPO Kecamatan Langke Rembong, asal Pau, Ngawe Ruteng yang beberapa tahun silam pernah menawarkan bantuan kepada Emi dan Iparnya, Monika, untuk pencairan uang di Koperasi Singosai Ruteng.

Menurut keterangan Emi, keterlibatan Alo berkaitan dengan permintaan Monika agar dipinjamkan uang sejumlah Rp. 22.000.000,-

“Akhir 2010 ipar saya datang untuk meminjam uang sebanyak Rp. 22.000.000. Namun saya menjawab saya tidak memiliki uang sebanyak itu. Tetapi saya menawarkan agar Monika menambah jumlah setoran ke rekening saya di Koperasi Sangosai Ruteng sebagai persyaratan Koperasi untuk mencairkan uang sebanyak itu. Dan saat itu kami mampir ke rumah Alo Raja. Di rumahnya dia menawarkan bantuan agar dia yang membawa setoran itu ke Koperasi Sangosai. Dan kami pun mengiyakan tawaran itu lalu menyerahkan uang senilai Rp. 8.000.000 kepada Alo.” terang Emi.

Namun, menurut Emi, ternyata uang tersebut tidak disetorkan Alo kepada Koperasi Sangosai.

Akhir Desember tahun 2011 lalu, Alo Raja dipolisikan, dan ditahan dengan tuduhan penipuan. Alo pun ditetapkan sebagai tersangka. Di hadapan penyidik polres Manggarai, Alo mengakui perbuatanya, dan membuat pernyataan tertulis bahwa uang tersebut memang sudah dipakainya. Iasiap mengembalikan uang itu kepada Monika.

Namun, menurut Emi, dalam pemeriksaan tambahan Alo Raja memberi keterangan baru bahwa uang Rp. 8 juta rupiah itu sudah diserahkan ke Emi. Kepada Emi, aparat Penyidik Polres Manggarai, Leonardus Marpaung meyakinkan Emi bahwa keterangan Alo yang baru itu dapat dihapus dengan pengakuan dan pernyataan siap bayar dari Alo sendiri.

Terbukti, setelah itu Alo Raja divonis Hakim Pengadilan Negeri Ruteng dengan hukuman satu tahun penjara. Emi pun merasa lega dengan penjelasan dari penyidik kepolisian itu. Bahkan, Emi juga menuturkan bahwa berulang kali Marpaung nyatakan Emi tak bersalah dalam kasus itu.

Dari Emi, juga didapat keterangan bahwa pada pertengahan Juni 2012, Leo Marpaung meminta sejumlah uang sebagai “jatah tutup kasus”. Uang sejumlah Rp. 2.000.000 pun diberikan kepada Leo, yang saat itu disaksikan oleh rekan guru Emi, Vin Sauldiamur dan Nini. Leo meminta Emi untuk tidak membocorkan proses itu kepada siapapun.

Selanjutnya, pada Rabu (05/09/2012), Emi kembali dipanggil oleh Polisi dan diperiksa sebagai tersangka. Dari penyidik, Emi mendapatkan informasi bahwa hingga Juni 2012, Emi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan. Emi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui status dirinya sebagai tersangka, sebab hal tersebut tidak pernah disampaikan secara resmi oleh penyidik.

Kemudian, pada Selasa (11/09/2012), melalui telephone selulernya, ia diminta untuk datang ke Kantor Polres Manggarai. Usai menjalani proses singkat di Kantor Polres Manggarai, Emi pun dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Ruteng. Emi mengaku bahwa di Kantor Kejaksaan Negeri Ruteng, oleh Kasi Pidsus I Putu Agus Arr Artha, ia hanya disodorkan 4 pertanyaan dan selanjutnya diminta untuk menandatangani surat perintah penahanan.

Beberapa menit sebelum dirinya dibawa ke Rutan Carep, Leo kembali menghampiri Emi, yang saat itu bersama suaminya, dan mengatakan bahwa dirinya akan melobi hakim untuk urusan persidangan jika Emi sanggup memberikanya uang.




“Ibu siap uang saja, nanti saya atur dengan hakim yang menyidangkan perkara Ibu Emi” tukas Emi meniru ucapan Leo.

Saat ini Emi telah ditahan di Rutan Carep sebagai tahanan kejaksaan. Kepada wartawan, Emi menegaskan bahwa dirinya merasa telah ditipu oleh oknum Polisi Leo Marpaung.

”Saya telah ditipu oleh penyidik Leo Marpaung, saya mengutuk perbuatannya” kata Emi.

Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soedjantoko, pada Kamis (13/09) petang mengatakan bahwa jika ditemukan dan terbukti ada tindakan negatif yang dilakukan penyidik Polres Manggarai dalam persoalan tersebut, dirinya akan mengkonfrontir pihak-pihak yang terlibat termasuk media yang memberitakanya tanpa mengkonfirmasi.

“Ya buka faktanya dulu, setelah itu kita konfrontir pihak-pihak tersebut. Dan jika Ibu Emi merasa ada tindakan negative yang dilakukan penyidik, lapor aja kesini” tegas Pontjo lantang.


*Tulisan ini pernah diberitakan oleh situs theindonesianway.com dan sergapntt.com.
Polisi Peras Guru SD Polisi Peras Guru SD Reviewed by Marsel Gunas on Jumat, September 14, 2012 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.