Mau Nonton Mocca, Jadinya Motoran Blora – Yogyakarta

Baca Juga

Akan ada konser Mocca di Solo Minggu depan. Sheila bilang, dia sudah dibelikan tiket oleh sahabatnya di Solo. Sheila sangat ingin mengikuti konser itu, karena dia adalah fans Mocca. Sheila pun mengajakku untuk ikut ke Solo. Aku setuju. Kebetulan sedang liburan panjang, jadi cukup banyak waktu untuk berpergian.

Mau Nonton Mocca, Jadinya Motoran Blora – Yogyakarta
Band Mocca | Foto: Istimewa


“Kita motoran aja,” kata Sheila melalui pesan singkat.

Aku tak menolak. Selain karena belum pernah ke Solo – apalagi pakai motor – aku juga tertarik untuk nonton Mocca. Aku bukan fans Mocca layaknya Sheila. Tapi untuk kali ini, atas nama kesetiaan (#LOL), aku putuskan ikut. Hehe…

Motor Jupiter Merah milik Sheila sudah Ok. Siap berangkat. Kami berangkat dari Blora sekitar pukul 10 pagi. Melaju dengan kecepatan 70Km/jam, kami tiba di Purwodadi agak siang. Di Purwodadi, kami sempat mampir untuk makan siang. Swike, menu andalan Purwodadi, jadi menu santap siang kami. Swike ada dua jenis, ada swike goreng dan ada yang kuah. Dua-duanya dijamin maknyus.

Setelah santap siang, kami melanjutkan perjalanan. Jalanan ramai nian, bus-bus besar melaju dengan cepat. Jalur itu memang terkenal sebagai jalur ramai. Sesekali kami menepi untuk beristirahat, biasanya di warung-warung kecil pinggir jalan. Selalu saja ada makanan dan minuman unik yang kami temui. Semuanya bersih, nikmat dan sehat. Trust me!



Rute yang kami lewati adalah Blora – Purwodadi – Sragen – Solo. Sheila hafal rute itu karena sudah pernah ke Jogja juga dengan motor. Sendiri. Sheila memang suka motoran kalau kemana-mana. Kurang doyan pakai bus. Katanya, pakai bus ribet.

Kami masuk daerah Solo saat hari sudah gelap. Itu karena di beberapa ruas jalan yang kami lewati tadi hujan deras sehingga kami agak melambat. Kadang-kadang kami berhenti untuk berteduh.

Di Solo, kebingungan pun mulai muncul. Pasalnya, jika berdasarkan informasi waktu dimulainya konser, kami rupanya terlambat dan tidak mungkin lagi untuk menonton konser Mocca. Selain itu, sebagian pakaian yang kami pakai dari Blora juga basah. Jika kami meneruskan misi nonton konser itu, maka tentu saja kami harus mencari sebuah tempat tertentu untuk berganti pakaian. Makin telat lah untuk nonton konser!

Lalu, bagaimana? Kembali ke Blora?

Kami berdiskusi sejenak. Sheila rupanya punya jawabannya. Saya tak akan menolak apa yang dia putuskan. Sheila kemudian menawarkan agar kami melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Di Yogyakarta Sheila memang punya keluarga. Pakliknya tinggal di sana. Tentu saja aku setuju. Selain karena aku belum pernah motoran ke Jogja, kesempatan itu bisa jadi kesempatan untuk berkenalan dengan keluarga Sheila di Jogja. Ya..maklum, lagi pacaran. Kata orang, harus sering tunjuk muka di hadapan keluarga kekasih jika benar-benar serius.

Well, kami putuskan untuk meneruskan perjalanan ke Kota Gudeg, Yogyakarta. Dari Solo, kami akan melewati Klaten. Hujan turun dengan derasnya ketika kami meninggalkan Solo. Syukur alhamdulilah, tak ada halangan dan rintangan yang menggangu perjalanan kami malam itu. Jalanan ramai tapi tak macet.

Mau Nonton Mocca, Jadinya Motoran Blora – Yogyakarta
Foto: marselgunas.com

Bulik Kris menyambut kami saat tiba di rumah di Jogja. Teh hangat disuguhkan sebelum kami santap malam. Maura dan Adit, dua anak Paklik di Jogja juga ada di sana. Mereka ramah, layaknya keramahan yang disuguhkan keluarga di Puhsarang, Kediri. Love it!

Tabe
Mau Nonton Mocca, Jadinya Motoran Blora – Yogyakarta Mau Nonton Mocca, Jadinya Motoran Blora – Yogyakarta Reviewed by Om Marcell on Rabu, Juli 01, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.