Komika Acho, Blogging dan Kemerdekaan Konsumen

Baca Juga


Muhadkly alias Acho, seorang komika, kini harus menyiapkan diri untuk menjalani proses hukum. Hal itu terjadi usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus pencemaran nama baik. Kasus yang membelenggu Acho berawal dari kritik yang disampaikan Acho melalui tulisan di blog pribadinya, muhadkly. com.

Komika Acho, Blogging dan Kemerdekaan Konsumen
Komika Muhadkly alias Acho
Dalam tulisan yang dia buat pada Maret 2015, Acho mengkritik beberapa hal terkait Apartemen Green Pramuka City, di antaranya soal sertifikat yang tak kunjung terbit, kemudian soal sistem perparkiran, tingginya biaya iuran pengelolaan lingkungan (IPL), dan tentang adanya biaya supervisi yang dibebankan ketika ingin merenovasi unit apartemennya. 

Komika Acho dan Dunia Blogging

Apa yang salah dengan Acho? Blogging adalah sebuah kegiatan mengelola sebuah blog. Blog adalah kependekan dari Web Log, sebuah aplikasi website yang dapat menampung tulisan, foto, dan video. Blogging adalah kegiatan mengisi konten terhadap blog. 

Dalam dunia blogging, dikenal berbagai macam jenis blog berdasarkan kegunaannya, antara lain personal blog (blog yang berisi konten-konten cerita pribadi, narasi yang berdasarkan pengalaman pribadi), business blog (blog yang berisikan konten-konten promosi dan pemasaran produk, dan berbagai aktivitas bisnis lainya), institutional blog (blog yang dikelola oleh institusi tertentu), community blog (blog yang berisikan kegiatan-kegiatan komunitas tertentu) dan governmental blog (blog yang isinya berkaitan dengan informasi kegiatan kepemerintahan).

Tentu seiring perkembangannya, terdapat berbagai tipe blog yang bermunculan. Hal itu seiring perkembangan dan kemajuan di bidang blogging itu sendiri. Blog milik Acho adalah blog pribadi (personal blog). Seperti blog pribadi kebanyakan, isi blog pribadi selalu berkaitan dengan tulisan-tulisan yang bersumber dari pendapat dan pengalaman pribadi. 

Tujuannya selalu berkaitan dengan narasi pengalaman pribadi, curahan hati (curahan hati), dan kisah-kisah inspiratif yang dialami pemilik blog. Pegiat blogging lazimnya disebut blogger. Sebagai personal blogger, amat pantas jika Acho membagikan pengalaman dan pengamatannya tentang apartemen tempat tinggalnya di blog pribadinya. 

Tak ada yang salah dengan tulisannya itu. Toh, yang dia tulis adalah hal krusial yang dialaminya selama tinggal di apartemen mewah itu. Jika melihat konten tulisannya tentang apartemen itu, tak ada yang salah dengan apa yang disampaikannya. Apalagi, dia juga menyertakan beberapa referensi yang menurutnya relevan dengan tulisannya itu. Referensi yang dilampirkannya itu berkaitan dengan sejumlah landas pijak kritik Acho terhadap pihak apartemen. Tetapi, tentu saja bagi pihak apartemen Green Pramuka City tulisan itu berdampak buruk. Mengapa? Karena, setidaknya berdasarkan pengakuan pengelola apartemen itu, pemasaran apartemen merugi. Minat calon penghuni apartemen menurun.

Alasan lainnya, pihak apartemen menuding konten tulisan Acho tak sesuai fakta sebenarnya. Karena itu, pihak pengelola mempolisikan Acho.

“Waspadalah sebelum membeli Apartemen Green Pramuka City. Ya, saya hanya ingin Anda waspada, bukan melarang Anda beli. Mohon jangan salah paham. Tulisan ini hanya bermaksud menceritakan pengalaman Saya tinggal di Apartemen Green Pramuka City, tanpa bermaksud ingin menghina atau menuduh pihak manapun. Semua yang saya sampaikan di sini adalah fakta dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” tulis Acho di laman blog pribadinya.

Dengan dalih UU ITE, pihak pengelola membawa persoalan tulisan Acho ke pihak berwajib. Acho dianggap melanggar pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 310-311 KUHP tentang pencemaran nama baik. Orientasi Pasar yang Membungkam Dalam blog-nya, Acho mengungkapkan kekecewaannya atas berbagai bentuk kebijakan pengelola Green Pramuka City yang dianggapnya menyimpang.

Sebagai konsumen, Acho memiliki hak penuh untuk menyatakan pendapat, kritik, pertanyaan dan permintaan layanan yang memuaskan. Suara Acho yang disalurkan lewat tulisannya itu juga tak bisa dianggap enteng. Suara itu pernah pula disuarakan oleh penghuni lainya. Mereka menyesalkan hal yang sama. Dari kondisi itu, tampak satu hal besar yang boleh dijadikan hipotesa, bahwa: keresahan Acho adalah keresahan banyak penghuni di Green Pramuka City.

Maka, wajar lah jika muncul pertanyaan serius; apakah pemolisan Acho dilatarbelakangi menurutnya omset Apartemen (seperti yang diutarakan pihak pengelola di berbagai media), ataukah hanya berupaya menghindar dari kesalahan; dengan kata lain, apa yang disampaikan Acho justru merupakan apa yang menjadi realitas sebenarnya? Pemandangan dalam peristiwa Acho itu seakan mengungkit berbagai perspektif kritis tentang orientasi pasar (perusahaan properti) yang mengabaikan kepentingan pelanggan atau konsumen.

Orientasi keuntungan yang sebesar-besarnya dengan pelayanan minimal adalah strateginya. Dengan strategi itu, hak konsumen, dalam hal ini Acho, ditempatkan di nomor buntut, bukan yang utama. Namun, terlepas dari hal itu, yang paling mendasar dalam peristiwa Acho adalah soal kemerdekaan berpendapat Acho yang direnggut dan dibungkam.

Padahal, sebagai pemilik hunian, Green Pramuka City perlu mendengar suara Acho dan para penghuni lainnya sebagai modal untuk perbaikan tata kelola bisnsis apartemen itu. Lagipula, dalam UU Perlindungan Konsumen pasal 4 telah secara eksplisit mengatur bahwa konsumen berhak untuk didengar pendapat dan keluhannya. Termasuk menyampaikan keluhan dan pendapatnya via media massa, dan media sosial. Yang penting yang disampaikan konsumen fakta hukumnya sudah jelas, bukan fiktif (hoax), yang berpotensi fitnah.

*Artikel ini sebelumnya ditayangkan di blog nataslime.com. Blog itu saya kelola sejak 2010. Namun sekarang blog itu tidak aktif lagi. Semua artikelnya saya pindahkan ke marselgunas.com
Komika Acho, Blogging dan Kemerdekaan Konsumen Komika Acho, Blogging dan Kemerdekaan Konsumen Reviewed by Marsel Gunas on Minggu, Agustus 13, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.