Video Call Terakhir sama Ayah

Baca Juga

Hari-hari ini, perasaan duka atas kepergian ayah kami tercinta, Bapak Pius Gunas, masih berkecamuk di dalam diri. Blog ini akan menyimpan banyak kisah tentangnya, juga tentang kenangan-kenangan kami bersamanya.

Video Call Terakhir sama Ayah

Sore itu, Jumat, 18 Agustus 2017. Pekerjaanku kerap terusik perasaan gelisah. Perasaanku tak tenang. Entah mengapa, hari itu terasa berbeda dari hari-hari lainya di kantor. Tak pernah ada perasaan curiga dengan situasi rumah; kondisi keluarga, dan hal-hal di luar pekerjaan.

Ternyata, sore itu kondisi ayah sudah makin memburuk. Dia tak mengeluarkan suara lagi saat dipanggil ibu, atau saudara-saudari di rumah yang menemaninya. Karena itu, keluarga mengantarnya ke Rumah Sakit.
Saudariku yang kedua, Maria Suryani Gunas, mengirim pesan singkat: “Kami sudah di di jalan menuju Rumah Sakit, Bapa dirujuk ke Ruteng.”

Bagiku, pesan itu tak menimbulkan kecurigaan atau kekhawatiran yang berlebihan. Dalam pikiranku, justru kondisi ayah akan tertolong jika dirawat secara intensif di Rumah Sakit. Pesan itu juga tak lantas membangunkanku dari tempat duduk di kantor untuk bergegas pulang. Aku menunggu kabar selanjutnya dari keluarga yang mengantarkan ayah ke rumah sakit.

Tiba di Ruteng, Yen, begitu Maria Gunas biasa kami sapa, kembali mengabarkan bahwa ayah sudah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi, Ruteng, Manggarai. Tapi Yen tak menjeleskan kondisi fisik ayah saat itu.

Aku sulit menghubungi dia kembali. Aku memaklumi bahwa saat itu mereka tengah sibuk mengurusi ayah.

***

Adalah Christian Nanggolan, sahabatku yang juga berada di Rumah Sakit saat itu. Christian telah tiba di Rumah Sakit beberapa saat sebelum ayah tiba di UGD. Christian lalu menunjukan kondisi terakhir sang ayah sore itu melalui sambungan panggilan video (video call).

Di panggilan video yang amat singkat itu, ayah tersenyum melihatku. Matanya masih setengah terbuka menatapku. Aku berteriak-teriak memanggilnya. Ia tak menjawab, hanya berbaring lemah. Itu video call terakhir sama ayah!

Aku melihat ibu, Yen, saudariku, dan beberapa keluarga di sampingnya. Mereka menangis, memeluk raga ayah yang tak membunyikan suara saat kupanggil namanya. Dua menit setelah panggilan video itu berakhir, Christian memberi kabar ayah telah tiada.

Hati tersayat, tangis pecah seketika. Tak kuhiraukan lagi lingkungan kantor tempatku bekerja. Perasaan bersalah bercampur marah dan dibumbui penyesalan berkecamuk seketika. Teman-teman sekantorku juga ikut bersedih. Mereka menghampiriku dan menguatkanku.



***

Setelah mendapat kabar duka itu, aku bergegas pulang. Pak Yusran Edo Fauzi, pimpinan kami di kantor mengantarku pulang ke rumah. Di perjalanan, Pak Edo tak henti menguatkanku dengan berbagai kalimat penghiburan.

Di dalam hatiku, aku masih tak menerima kepergian ayah. Sungguh. Ada perasaan bersalah yang merajam sukma. Sebagai anak sulung, juga putra ayah satu-satunya, aku merasa bersalah sebab tak hadir menemani ayah selama ia terbaring sakit di rumah. Tentu, ada perasaan kecewa atas keputusan yang salah selama ia sakit: menunda pulang untuk menjenguk ayah yang sakit karena alasan pekerjaan!

Aku terkenang pembicaraanku dengan ayah, via telepon, tiga hari sebelumnya. Kepada ayah, aku sempat menyampaikan rencanaku untuk pulang menjenguk ayah. Saat itu, ayah mengatakan tak ingin aku pulang jika alasannya hanya untuk menjenguknya.

“Nana kerja saja. Jaga enu (baca: Sheila) baik-baik. Kalau nana pulang, siapa lagi yang antar enu ke sekolah,” demikian pesan ayah saat itu.

Kalimat ini kembali muncul di kepala sore itu, saat tiba di rumah. Sheila, istriku yang telah menunggu di depan pintu memeluk erat. Tangis kami pecah mengenang ayah. Kami sungguh tak menyangka ayah pergi di saat kami tak bersamanya.

Video call terakhir sama ayah abadi di pelukan ingatan. Raut wajah dan senyumanya sebelum ia ‘pergi’ sore itu masih melekat erat di sanubari.

Dad, we will miss you all the time!
Video Call Terakhir sama Ayah Video Call Terakhir sama Ayah Reviewed by Marcell Gunas on Jumat, Oktober 06, 2017 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.