Selamat Hari Ibu dan Natal yang Curang

Baca Juga

Regina, Selamat Hari Ibu untukmu. Regina adalah nama ibu saya. Dia orang baik, sama seperti para ibu lainnya didunia yang tak pernah pudar, luntur dan berkurang kebaikannya.

NATAL sudah dekat. Ibu saya, Regina, akan merayakan Natal sendiri di rumah. Ini pertama kali dalam hidupnya ia merayakan Natal sendiri. Ayah, Bapa Pius Gunas, telah berpulang pada Agustus lalu. Ibu kini sendiri di rumah.




Kami, anak-anaknya, tinggal jauh darinya. Saya dan istri, Sheila, di Jakarta. Maria Suryani di Mano, Poco Ranaka, dan Delastry di Madiun karena sedang kuliah. Tentu saja kami merindukan rumah, merindukan ibu, merindukan Natal di Golokarot, Borong.

Mama Regina Saida | Foto: Dok. marselgunas.com

Dalam situasi jauh seperti kini, kami hanya bisa terhubung via telepon. Jika Yen, sapaan Maria Suryani, pulang, komunikasi kami terhubung via layanan video call. Senang, ceria, karena ngobrolnya bisa sambil lihat wajah ibu.

Natal! Ini Natal yang kejam. Kami merayakannya tanpa kebersamaan di rumah. Saya dan istri tak bisa pulang karena beberapa alasan, salah satunya waktu libur yang amat mepet. Natal ini; kami tak merayakannya bersama ayah.

Ini Natal pertama kami tanpa sosok seorang ayah, tanpa ucapan Natal dan saling bersalaman Natal dengan seorang ayah. Kami masih berduka. Sungguh berduka! Esok di Malam Natal, ibu tak lagi mengikuti Misa Malam Natal bersama ayah. Ibu bilang, "Begini sudah Natal tahun ini, Bapak Natal di sana sama Yohanes, kita Natal di tempat masing-masing."

Untuk situasi ini, banyak yang bilang itu biasa. Biasa karena banyak juga yang telah bertahun-tahun kehilangan ayahnya dan merayakan Natal tanpa ayah mereka. Ya, mungkin saja kita beda perasaan untuk yang satu ini. Tapi hal yang sama adalah kita KEHILANGAN. Bukankah tak lengkap jika ke Gereja tanpa seorang ayah? Itu kira-kira yang kami rasakan.




Natal sudah dekat. Namun ayah sudah pergi. HAMBAR! Tapi Natal itu tetap saja sebuah sukacita. Yesus tak pernah lahir di tempat tidur mewah. Dia lahir di kandang. Kotor dan sangat sederhana. Tapi seluruh dunia bergemuruh menyambutnya, seluruh bangsa bersorak sorai menyambutnya. Ibu memberi renungan ini saat menjawab ucapan 'Selamat Hari Ibu' dari saya dan istri kemarin.

-Tabe, Marsel Gunas-
Selamat Hari Ibu dan Natal yang Curang Selamat Hari Ibu dan Natal yang Curang Reviewed by Marcell Gunas on Jumat, Desember 22, 2017 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.