Bongkar Mafia Human Trafficking di Manggarai Timur! (1)

Baca Juga

Tiga orang Calon TKW asal Manggarai Timur tak jadi diberangkatkan ke Jakarta pada Kamis (5/4/2018). Ketiganya adalah Uliana Limas (18), Servian Ojing (26) dan Jamiana Nurti (26). Padahal, ketiganya sudah masuk di ruang tunggu Bandara Komodo, Labuan Bajo. Mereka hendak terbang bersama Batik Air menuju Jakarta.


Bongkar Mafia Human Trafficking di Manggarai Timur! (1)
Tiga calon TKW asal Manggarai Timur dan seorang perekrut lapangan yang batal terbang ke Jakarta. Foto: Dokumentasi JPIC Ssps Flores Barat

Di situ, seorang pengacara asal Manggarai, John Tangur, yang duduk tak jauh dari ketiganya menghampiri mereka. John pun bertanya tentang kampung asal, pihak yang mengantar, dan tujuan mereka ke Jakarta. Kepada John, ketiganya mengaku ke Jakarta untuk mencari nafkah sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) dengan upah Rp.1,5juta per bulan. Informasi tentang upah itu diterima ketiganya dari pihak perekrut, Etrin Mbela dan Indah. Etrin dan Indah adalah perekrut lapangan (PL) dari PT Mutiara Mitra Timur Perkasa (PT. MMTP) untuk wilayah Manggarai Timur.




Kepada ketiga calon TKW itu, Etrin mengaku bekerja di Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Disnaker) Manggarai Timur. Sementara Indah mengaku sebagai istri seorang aparat kepolisian (Brimob) di Manggarai.

Dalam obrolan ketiga calon TKW dan John, beberapa dokumen terkait identitas dan dokumen yang berkaitan dengan ketenagakerjaan mereka pun terungkap. Antara lain surat keterangan bahwa ketiganya telah melakukan perekaman E-KTP di Manggarai Timur alias KTP sementara, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diterbitkan Polres Manggarai, dan surat keterangan dari dinas sosial dan ketenagakerjaan Manggarai Timur. Dari Borong menuju Labuan Bajo, mereka menggunakan sebuah mobil yang dikendarai seseorang bernama Heri.

Tak ada pihak yang mendampingi ketiganya dari Labuan Bajo ke Jakarta. Yang mereka tahu, mereka akan dijemput oleh seseorang bernama Sugeng di Bandara Soekarno Hatta. Merekamengantongi nomor telepon Sugeng. Namun, mereka tak dapat memastikan apakah Sugeng merupakan majikan mereka atau hanya seorang operator perekrutan lain yang berjejaring dengan Etrin dan Indah.

Keterangan singkat yang pecah dalam obrolan itu memacu John untuk berkomunikasi dengan pihak lain, terutama pihak kepolisian. Tujuannya, demi memastikan apakah ketiganya bukan korban praktik human trafficking (perdagangan orang) yang akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan utama publik di NTT, bahkan di Indonesia.



Komunikasi John dengan sejumlah pihak berhasil menghadirkan aparat kepolisian dari Polres Manggarai Barat di ruang tunggu Bandara Komodo siang itu. Setelah mengumpulkan sejumlah keterangan sementara dari tiga calon TKW itu, para aparat kepolisian memutuskan untuk membawa ketiganya ke Mapolres Manggarai Barat. Ketiganya pun batal terbang ke Jakarta siang itu. John tak ikut bersama mereka ke Mapolres Manggarai Barat.

Di Mapolres, polisi juga menghadirkan pihak yang mendampingi ketiganya dari Borong ke Labuan Bajo, Etrin Mbela, wanita yang belakangan diketahui bernama lengkap Maria Goreti Mbela. Keempatnya diperiksa polisi siang itu.

Dari hasil pemeriksaan, pihak Polres Mangggarai Barat menyatakan ketiganya berdokumen lengkap dan bukan kategori calon TKW ilegal. Etrin, sebagai perekrut juga tidak bermasalah karena perusahaan tempat dia bekerja dianggap telah terdaftar secara resmi di Disnaker Manggarai Timur sebagai Penyalur Jasa Tenaga Kerja (PJTK) resmi. Ketiga calon TKW itu pun diserahkan kembali kepada Etrin.

Pemeriksaan itu membuatnya ketiganya batal terbang dari Labuan Bajo ke Jakarta siang itu. Rencananya, mereka akan terbang keesokan harinya, Jumat (6/4/2018).

Malam itu, ketiganya nginap di kawasan Prundi, Labuan Bajo. Tak diketahui, apakah mereka tetap didampingi Etrin atau tanpa Etrin. Yang jelas, mereka diketahui menempati sebuah rumah kecil di daerah Prundi, tak jauh dari Bandara Komodo.

Dipulangkan

Jumat (6/4/2018), keduanya kembali berhadapan dengan pihak Polres Manggarai Barat. Rupanya, poada hal yang terindikasi mengganjal luput dari pemeriksaan kemarin berkaitan dengan dugaan perekrutan terhadap calon tenaga kerja di bawah umur. Hal itu terjadi pada Yuliana Limas. Calon TKW asal Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur itu baru genap 18 tahun saat batal terbang dari Bandara Komodo, Kamis (5/4). Ia lahir pada 5 April 2000.

Di Mapolres Manggarai Barat, ketiga calon TKW itu juga didampingi oleh Komisi Justice, Peace and Integration of Creation (JPIC) SsPS Flores Barat, sebuah lembaga yang concern dalam isu kemanusiaan dan perempuan di Labuan Bajo asuhan Sr. Yosefin. Berdasarkan hasil pemeriksaan untuk kedua kalinya itu, Polres Mabar memutuskan untuk mengembalikan mereka ke Polres Manggarai sebelum dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.



Sabtu (7/4/2018), ketiga calon TKW dan Etrin kembali ke Ruteng, Manggarai. Mereka didampingi Sr. Yosefin dan beberapa anggota Polres Manggarai Barat. Mereka tiba di Ruteng sekitar pukul 12.30 WITA di Mapolres Manggarai dan langsung menjalani pemeriksaan di Polres Manggarai. Dalam pemeriksaan itu, dihadirkan pula perekrut lainnya, Indah dan Paulus Muja Parera. Paulus dihadirkan karena perannya sebagai koordinator perusahaan PT. MMTP untuk wilayah Manggarai Timur. Pemeriksaan terhadap ketiga calon TKW termasuk dua perekrut lapangan, Etrin dan Indah berlangsung hingga malam hari. Sementara Paulus Parera dilanjutkan pemeriksaannya pada Minggu (7/4) pagi.

Tabe
Marsel Gunas
Bongkar Mafia Human Trafficking di Manggarai Timur! (1) Bongkar Mafia Human Trafficking di Manggarai Timur! (1) Reviewed by Om Marcell on Selasa, April 10, 2018 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.