Kenali Orientasi Berwisata! Jangan Lupa Bawa Kamera

Baca Juga

Saya mengalami itu beberapa kali. Berwisata tanpa kamera. Dampaknya buruk. Agenda wisata yang semula semangatnya untuk happy, fun, hambar jadinya.

Kenali Orientasi Berwisata! Jangan Lupa Bawa Kamera
Saat mengunjungi Bengkulu, 2015 silam. | Foto: marselgunas.com


Mengabadikan momen saat sedang berwisata ke tempat tertentu memang tidak wajib. Toh berwisata adalah tidak mutlak demi mengabadikan momen atau suasana saat kita berwisata, kan? Tapi, pengalaman saya, ada yang terasa kurang ketika agenda wisata hanya ditunaikan dengan cara berkunjung, menikmati pemandangan, ngobrol, lalu pulang. Rasanya tidak afdol.

Bagaimana kita, pada waktu-waktu setelahnya, mengisahkan suasana yang kita rasakan saat berwisata itu kepada orang lain? Kalimat bisa saja keluar berbusa-busa saat perjalanan kita ke tempat wisata dinarasikan kepada yang lain. Namun tanpa satu bukti, foto misalnya, bisa saja orang lain yang mendengar kisah kita itu tidak percaya alias menganggap kita berbohong.

Selain itu, ada semacam satu pendapat umum bahwa suasana di satu tempat wisata tidak selalu sama setiap waktunya. Bisa pemandangannya, bisa keramaiannya, bisa banyak hal yang dianggap menarik dan perlu diabadikan, baik melalui foto maupun video.

Orientasi Berwisata

Harus diakui, ada banyak orientasi atau tujuan orang berwisata ke suatu tempat. Beberapa di antaranya; pertama, kesehatan. Orang yang berwisata untuk tujuan ini yang jelas tidak berwisata untuk bersenang-senang, tetapi ditujukan untuk merawat kebugaran fisiknya. Maka, jangan heran jika di tempat wisata tertentu, kita menemukan beberapa orang yang berpakaian olahraga (sporty) dan melakukan aktivitas kebugaran fisik.


Kedua, petualangan. Kita tentu akrab dengan istilah backpacker. Backpacker adalah istilah untuk menyebut seseorang yang gemar melakukan perjalanan dengan tas ransel (backpack) ke berbagai tempat yang menurutnya menarik. Saya lebih cenderung menamai para backpakcker dengan istilah 'petualang solo'. Karena aktivitas wisatanya dilakukan seorang diri. Aktivitas backpacker ini kini jadi trend di kalangan generasi milenial seiring kemajuan dunia maya yang bisa menjamin kemudahan mencari teman di tempat-tempat yang tak pernah dikunjungi sebelumnya.

Ketiga, eksplorasi destinasi baru. Di semua tempat di dunia, terdapat banyak tempat menarik tapi belum dikenal oleh banyak orang. Tempat-tempat itu baru mulai terkenal setelah beberapa orang menampilkannya di media sosialnya dengan tampilan menarik. Seseorang yang berwisata dengan orientasi eksplorasi destinasi wisata baru biasanya selalu mempunyai cara untuk menampilkan tempat-tempat yang belum terkenal itu agar menarik orang lain untuk turut mengunjungi tempat itu. Pada titik itu kita belajar betapa foto dan video memiliki kekuatan besar untuk menyedot perhatian publik. Tempat yang tadinya belum terkenal pun menjadi target serbuan para wisatawan setelah foto dan video yang ditampilkannya disambut reaksi positif dari para pegiat media sosial.



Keempat, eksplorasi kuliner unik. Umumnya, wisatawan yang berorientasi hanya demi menjejal kuliner di tempat tertentu tak akan banyak melakukan aktivitas wisata selain hanya berkeliling dari satu pusat kuliner ke pusat kuliner yang lain. Di Indonesia, wisatawan dengan kategori ini amat banyak jumlahnya. Hal itu bisa dimaklumi jika mengingat Indonesia sebagai salah satu negara yang kaya akan jenis kuliner unik, menarik dan nikmat. Tak hanya mencicipi, para wisatawan juga biasanya membagikan informasi detail tentang jenis kuliner yang dicicipinya itu ke orang lain melalui media sosialnya. Dalam dunia blogging, wisatawan dengan orientasi itu sering dikenal dengan istilah food blogger.

Kenali Orientasi Berwisata! Jangan Lupa Bawa Kamera
Saat mengunjungi Wae Rebo, Flores

Kelima, wisata dengan orientasi babymoon. Biasanya dilakukan oleh pasangan yang tengah menantikan kelahiran buah hatinya. Tujuannya, untuk menikmati suasana-suasana menarik di tempat-tempat wisata tertentu dan dapat mempengaruhi kelancaran proses kehamilan. Para wisatawan dengan orientasi itu memang kini tak lagi sulit menikmati babymoonnya. Sebab, berbagai tempat penginapan di tempat wisata mulai menyiapkan paket dan fasilitas wisata untuk wisatawan kategori ini. Oh, iya, kalau ada kategori wisata dengan orientasi babymoon, pasti ada juga wisata dengan orientasi honeymoon. *Smile

Keenam, wisata dengan orientasi belanja. Wisata dengan orientasi ini memang masuk kategori orientasi wisata yang mahal. Sebab, yang paling penting disiapkan sebelum memulai wisata belanja adalah finansial yang tak sedikit. Para wisatawannya juga hanya akan datang ke lokasi wisata tertentu untuk membeli barang-barang unik dan menarik, tanpa menyisihkan waktu yang banyak untuk menambah informasi tentang destinasi wisatanya. Yang dia tahu hanya datang ke tempat itu, menggali informasi tentang barang-barang unik di sana, dan membelinya.



Dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan teman-teman yang hampir sekali sebulan melakukan perjalanan wisata, saya selalu diberikan saran begini: sebelum memulai perjalananmu, siapkan kamera! Sayang sekali jika keseruan dan suka-duka perjalanan wisatamu itu tidak diabadikan oleh lensa kamera.

Selamat berwisata ya, kawan-kawan. Semoga perjalanan anda menyenangkan. Jangan lupa bawa kamera! Eh, anyway, anda masuk kategori wisatawan dengan orientasi apa? Hehehe.



Tabe

Kenali Orientasi Berwisata! Jangan Lupa Bawa Kamera Kenali Orientasi Berwisata! Jangan Lupa Bawa Kamera Reviewed by Om Marcell on Senin, April 30, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.