Koplo Pantura: Rindu Jakarta - Blora

Baca Juga

Saya tidak tahu persis arti dan sejarah jenis musik dangdut koplo. Tapi yang pasti genre musik ini sudah cukup akrab di telinga kira-kira sejak dua tahun lalu. Catatan dengan judul "Koplo Pantura: Rindu Jakarta - Blora" ini sebenarnya tidak mewakili penjelasan tentang genre musik koplo itu atau menyinggung pesatnya industri musik dangdut koplo di Pulau Jawa. Ini hanya sekedar bagi-bagi cerita di blog pribadi sebelum malam tiba.

Koplo Pantura: Rindu Jakarta - Blora
Suasana memasuki Kota Blora, Jawa Tengah | Foto: Properti marselgunas.com (2016)


Akrab dengan genre musik dangdut koplo ini sejak mulai sering ke Blora, Jawa Tengah. Soal kenapa ke Blora, ada di catatan sebelumnya (baca: Blora Mustika: Setelah Jakarta). Sebagian besar perjalanan ke Blora saya tempuh dengan bus. Alasannya sederhana. Kalau pakai kereta, saya harus turun di Stasiun Semarang atau di Stasiun Cepu, kemudian harus cari kendaraan lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Blora. Ribet deh.

Sementara jika menggunakan bus, saya bisa langsung ke Blora dan turun di dekat tempat tujuan saya: Jenar, Blora. Tak perlu gonta-ganti kendaraan lagi.

Lagipula, pakai kereta tentu sepi. Tra ada musik yang dibunyikan masinis. Kalau mau dengar musik, ya pasang headset di telinga, play the MP3 player di handphone, dengarkan! Hal yang kadang menutup rapat-rapat pintu kemungkinan berdialog dengan penumpang, teman seperjalanan di samping kita. Saya orangnya agak senang buka diskusi dengan siapa saja. Terlepas dari apakah lawan diskusi saya pernah dikenal atau ditemui sebelumnya atau tidak. Hehe..


Suasana berbeda dialami saat menempuh perjalanan ke Blora, kota yang populer dengan jargon "Kota Mustika" itu, dengan bus. Sejak berangkat dari Terminal Pulo Gebang hingga tiba di tempat tujuan suasana ruangan bus selalu ramai dengan musik. Dangdut Koplo! Dan penumpang pasti suka. Seorang teman seperjalanan saya pernah bilang, ini sudah jadi kegemaran penumpang bus lintas jalur Pantai Utara (Pantura) pulau Jawa.

Awalnya sempat merasa jenuh dengan suasana perjalanan serupa. Wajar sih. Soalnya di tempat asal saya, di Flores, musik yang dibunyikan di kendaraan umum paling banyak yang bergenre country dan pop. Lagu Pop Ambon juga paling sering terdengar.

Karena tiap perjalanan ke Blora selalu dengar 'koplo', lama kelamaan saya jadi salah satu peminat dan penikmat lagu-lagu jenis dangdut koplo. Bisa dibilang, semacam sudah jatuh cinta sama jenis musik ini. Tak jarang di kantor amat sering buka Youtube cari lagu-lagu koplo terbaru.

Dari banyak perjalanan ke Blora itulah saya kenal Cak Sodiq Rifa'i, Rena KDI, Monata Grup, Nella Kharisma dan, tentu saja, Via Vallen. Inilah deretan pelantun koplo yang selalu ada di tangga teratas dalam daftar penyanyi koplo Pantura. Kepiawaian mereka dalam melantunkan lagu-lagu dangdut koplo bisa anda saksikan di Youtube. Monggo.

Kalau dibilang lagu-lagu mereka ini sepi peminat, saya sangsi. Di youtube, keterangan jumlah penonton lagu-lagu koplo rata-rata di atas 10 juta penonton. Mau bukti? Mampir lah ke Youtube. *LOL
 

Dan, akhirnya....
Perjalanan panjang ke Blora tiap akhir pekan itu selalu menyisakan rindu. Rindu ke Blora lagi, rindu perjalanan panjang yang tak pernah sepi dari dangdut koplo hingga di tempat tujuan. Rindu istri tercinta, Sheila, yang biasanya sudah siapkan Soto Kediri atau Ayam Kremes saat tiba di Blora. #ehh.

Sheila kini di kotanya, di Puhsarang, Kediri, sedang mempersiapkan kelahiran si kecil yang pertama. Sudah hampir sebulan belio di sana. Dan sebulan pula saya tak mencicipi masakannya. Duh...:(



Tabe
Marsel Gunas
Koplo Pantura: Rindu Jakarta - Blora Koplo Pantura: Rindu Jakarta - Blora Reviewed by Marcell Gunas on Rabu, April 25, 2018 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.