Marquez Norak!

Baca Juga

Insiden yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Marquez di balapan MotoGP seri Argentina, Senin (9/4/2018) dini hari menjadi preseden buruk dalam perlombaan balap motor kelas dunia itu. Saya tidak kecewa karena Rossi jatuh, tapi murni karena betapa noraknya cara balap Marquez di lintasan.

Marquez Norak!
Insiden Marc Marquez dan Valentino Rossi di GP Argentina, Senin (9/4)


Sebelum balapan utama, Marquez sebenarnya telah menunjukkan sikap yang kurang elok saat latihan bebas. Pada latihan bebas pertama, Marc nyaris menabrak pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales di tikungan ke-5 sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina. Untung saja keduanya tak bersentuhan, sebab keduanya sedang memacu motornya dengan kecepatan maksimum. Berdasarkan berbagai laporan, dalam waktu sepekan terakhir, Marquez telah 5 kali berulah di lintasan balap, paling banyak saat latihan bebas.

Tentu saja--seperti kata Valentino Rossi dalam wawancara setelah balapan--Marc harus ditegur oleh Race Direction MotoGP. Mengutip Rossi, "Why race direction don't go to Marquez and say, why you do like this?". Teguran kepada Marquez sudah seharusnya dilakukan agar kesalahan yang sama tak terulang, dan tak lagi membahayakan pembalap lain. Sayangnya, itu tidak terjadi. Tak ada teguran atau peringatan kepada Marc maupun kepada manajemen Honda di MotoGP.

Apa yang dilakukan Marc terhadap Rossi masuk kategori keterlaluan dan membahayakan. Untung saja Rossi hanya terjatuh dan tak mengalami luka serius. Kondisinya tentu berbeda jika Rossi melebar keluar lintasan, menabrak dinding pembatas lintasan, dan...ah! Rossi jangan mati! Jangan!



Sebelum menghantam Valentino di tikungan ke-13, Marc sebenarnya juga menyerang Alexis Espargaro dengan manuver yang sama. Untung saja Espargaro tak terjatuh, sebagaimana yang dialami Rossi. Manuver yang sama juga dilakukan Marquez saat hendak melewati Thomas Luthi, bekas rivalnya di kelas Moto2 di 2012.

Di balapan kemarin di Argentina, Marquez juga melakukan pelanggaran. Itu terjadi di starting grid saat motor Marquez bermasalah. Padahal, balapan akan dimulai sesaat kemudian. Marc pun keluar dari titik start-nya, mendorong motornya dan kembali ke titik start. Berdasarkan aturan yang berlaku di MotoGP, jika di starting Grid pembalap mengalami masalah, dia harus keluar dari starting grid, memperbaiki tunggangannya, dan memulai balapan dari pit lane.

,
Sayangnya, meski ditegur pihak MotoGP di starting grid, Marquez tetap memulai balapan dari titik startnya di posisi ketiga. Itu sungguh memalukan bagi pembalap sekelas Marquez yang telah menorehkan nama 5 kali sebagai juara dunia di kelas utama MotoGP. Kasarnya, 5 kali juara dunia tapi tak tahu aturan di MotoGP! Akibat ulahnya di starting grid itu, race director pun memberi penalti ride through kepada Marc. Marc harus kembali ke pit lane jika hendak melanjutkan balapan.

Semua Pembalap Bisa Agresif

Semua pembalap bisa saja bermanuver lebih kasar dan agresif dari apa yang dilakukan Marc. Bahkan The Doctor Valentino Rossi, bisa sangat kasar di lintasan balap. Tapi tentu saja libido untuk agresif di lintasan harus tunduk dan taat pada rasa hormat kepada kompetitor. Bermanuver boleh, tapi jangan sampai mencederai pembalap lain!

Di ajang balapan MotoGP, kontrol terhadap kecepatan maksimal dan celah yang tepat untuk melewati pembalap lain adalah pertimbangan yang harus dimiliki oleh semua pembalap. Jika tidak cukup ruang untuk melewati kompetitor di depan, jangan coba-coba menyerempet masuk untuk bermanuver. Panjang dan lebar motor yang dipacu dengan kecepatan tertentu juga wajib dipertimbangkan sebelum bermanuver.

Jika masih memaksa, hanya ada dua resiko: yang bermanuver yang tumbang, atau lawan yang ditabrak. Tak lebih dari itu. Kesadaran itu bahkan diketahui oleh semua wartawan dan komentator MotoGP. Itulah mengapa, komentator MotoGP kemarin menyebut manuver Marc berbahaya karena tak ada ruang bagi Marc untuk melewati Rossi.





Marc rupanya tak memiliki sense itu dalam dirinya. Yang dilakukannya di arena balapan hanyalah mengendarai motor sekencang mungkin agar menjadi juara tanpa mempedulikan keselamatan para lawan di depannya. Di kelas MotoGP, itu layak disebut NORAK. Kelakuan Marc tak dapat dipuji. Ia membahayakan pembalap lainnya dan tak punya rasa hormat terhadap keselamatan lawan-lawannya. Dengan manuver norak Marquez di Argentina, sudah sepantasnya Marc dilabeli pembalap paling norak di sepanjang sejarah MotoGP.

Anyway, saya pribadi agak kecewa. Hingga balapan selesai, wartawan MotoGP idola Amy Louise Dargan tak kelihatan batang hidungnya. #Ehh. Siapa Amy? Nih...

Marquez Norak! Marquez Norak! Reviewed by Om Marcell on Selasa, April 10, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.