Happy Birthday, Dear Wife!

Baca Juga

Catatan "Happy Birthday, Dear Wife" ini sudah seharusnya dipublish minimal jam sebelas lewat lima puluh sembilan menit, semalam, maksimal tepat jam dua belas malam, saat hari kemarin selesai dan hari ini dimulai.

Happy Birthday, Dear Wife!


Tapi saya ingat, cara itu cara lama! Versi jaman old waktu masih di fase pacaran. Kurang afdol kalau kembali dipakai saat ini.

Apalagi, kami sudah memutuskan untuk serius menggarap blog pribadi masing-masing di tahun ini, sebagaimana yang pernah saya singgung di dua catatan sebelumnya: Emergency in 2018: Masa Depan Blog Pribadi dan Editor yang Tak Digaji. 


Jadi, catatan ini setidaknya memberikan kesan dan pesan bahwa cara-cara lama seperti tebar sms, panggilan via telepon tengah malam, dan tebar foto di beranda media sosial di saat friends-nya, followers-nya, likers-nya, subscribers-nya tidur lelap sudah seharusnya ditinggalkan. #Lho

Sebab, you know, kebiasaan unggah dan menunggu likes dan comments muncul bertaburan adalah hal yang kadang kurang enak dipandang, tapi enak ditertawakan--apalagi setelah ditunggu tetap saja tak datang, dan itu jadi alasan kekecewaan sebelum tidur? Duh..
*LOL

Kembali ke topik catatan ini. Ada dua momen yang harus dirayakan bertiga (saya, Sheila, si kecil yang masih dikandung itu) hari ini. Pertama, hari ini genap 8 tahun kami berteman di media sosial Facebook. Kedua, hari ini Sheila berulang tahun. Tentang momen yang pertama, tentu saja itu tak dianggap penting. Hanya Facebook yang anggap penting dan kita tak menganggap itu penting? #Hello

Coba simak, apa pesan yang ingin disampaikan Facebook tentang fitur Hari Pertemanan (friendsday)-nya! Fitur ini memungkinkan pengguna Facebook (user) merayakan pertemanannya dengan pengguna lain dalam berbagai opsi: gambar (foto dan video) dengan hiasan-hiasan tertentu

Facebook juga menampilkan gambar dengan sedikit animasi yang dapat diposting ke dinding (newsfeed). Facebook tentu memiliki filosofi sendiri atas berbagai fiturnya, terlepas dari kepentingan bisnis di dalamnya. Friendsday itu, salah satunya, lebih menampilkan upaya Facebook yang tidak hanya menghubungkan orang dengan status teman, tetapi mendekatkan relasi mereka. 

Tentang momen kedua, ulang tahun Sheila. Terusterang, ada kekecewaan yang mendalam ketika harus menghadapi hal ini: tidak sedang bersama saat isteri berulang tahun. Bukankah sebelum menikah, kita juga jarang merayakan ulang tahun--ulang tahunmu dan ulang tahunku--bersama? 
NB: Bagi yang penasaran dengan mengapa tidak sedang bersama, silahkan mampir ke catatan sebelumnya: Pindah Kota (5) dan Pesan dari Bali: Jawaban untuk #2019GantiSuami.

Momen kedua ini seharusnya dirayakan bersama, di Pohsarang, Kediri. Bertiga. Seharusnya pula kunjungan saya akhir April, pekan lalu, berakhir esok atau lusa, setelah merayakan hari ulang tahun isteri, hari ini. Seharusnya pula, ada pelukan hangat saat isteri berulang tahun, seharusnya pula alinea ini tak mengandung banyak kata seharusnya. *Smile



Tapi begitulah adanya, Shei. Sebagaimana perjalanan kita sejak "Pindah Kota I", kini kita pun harus rela disebut ketiadaan cara baru merayakan hari ulang tahun kekasih. Sebelum dan sesudah menikah, selalu dirayakan dalam keterpisahan ruang dan waktu. What a life!

Happy birthday, dear wife, Fransisca Seilha Romana. Semoga panjang umur, sehat dan bahagia selalu, diberkati dalam rencana dan usahanya, tetap jadi istri hebat untuk suami, dan pasti bakal jadi ibu bijak untuk anak-anak nanti. Amin!


with Love
Happy Birthday, Dear Wife! Happy Birthday, Dear Wife! Reviewed by Om Marcell on Sabtu, Mei 05, 2018 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.