Saya dan Sheila Punya Kemampuan Berbeda dalam Berbahasa Inggris

Baca Juga

Saya dan istri saya, Mom Sheila Romana Fransisca, memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang berbeda-beda. Saya bisa saja lebih unggul di kemampuan berbicara (speaking), tapi sangat lemah di kemampuan menulis (writing). Sheila bisa saja sebaliknya.

Sheila bisa saja lebih unggul pada kemampuan mendengarkan (listening), tapi sedikit lemah di kemampuan membaca (reading). Saya pun bisa saja sebaliknya.

Saya dan Sheila Punya Kemampuan Berbeda dalam Berbahasa Inggris

Khusus dalam hal kemampuan berbicara, tentu saja urusannya tidak hanya berkaitan dengan kefasihan menuturkan (fluency). Tidak juga hanya soal kosakata (vocabulary) yang kaya. Ada perkara tata bahasa (grammar) di situ. Ada perkara pengucapan yang tepat (pronunciation) di situ.

Ada juga faktor dialek (baca: logat) di situ, yang tak jarang sangat mempengaruhi seseorang saat mengucapkan kata/ frase/ kalimat Bahasa Inggris. Apapun itu situasinya, seberapa kuat usaha seseorang untuk belajar, faktor-faktor itu akan tetap muncul saat dia berbicara.

Dalam kasus perbedaan kemampuan kami, saya tidak boleh menertawakan Sheila saat dia membunyikan kalimat Bahasa Inggris dengan sedikit 'medok' Bahasa Jawa. Demikian pun sebaliknya, tidak benar jika dia menertawakan, mengolok-olok saya jika, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, pengucapan Bahasa Inggris saya sedikit terdengar bercampur logat Manggarai, Flores.



Dalam studi kebahasaan, perbedaan kemampuan itu bukanlah suatu perkara. Itu hal yang amat wajar dan tidak layak dijadikan bahan untuk saling ejek dan saling olok. Justru orang-orang yang menjadikan perbedaan kemampuan sebagai alasan untuk saling ejek dan saling olok itulah yang harus menjadi sasaran olok-olok banyak orang; sangat layak ditertawakan.

Catat satu hal: di Indonesia, Bahasa Inggris adalah Bahasa Ketiga (third language). Dalam kasus kami, sa pung bahasa pertama adalah Bahasa Manggarai. Boso pertama Sheila yo boso Jowo. Bahasa Indonesia adalah Bahasa Kedua (Second Language).

Jika di Pilpres nanti panggung debat dalam bahasa ketiga itu dibuka, ya siap-siap kita ditertawakan dunia: sebab kita akan sibuk menerapkan standar seseorang 'bisa' dan 'tidak bisa', 'mampu' dan 'tidak mampu', 'benar' dan 'salah' berbahasa Inggris berdasarkan standar kita, yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris.

Anyway, apakah seorang native speaker, pemilik Bahasa Inggris sebagai bahasa pertama, penutur asli, juga sudah mantap kemampuan berbahasa Inggris-nya? Hehe...sabar. Dia anak asli mana dulu? Eropa? Amerika? Eropanya, Eropa mana? Amerikanya, Amerika mana? Lho? Kenapa begitu? Ya...begitulah Bahasa Inggris itu, Om.


Tabe
Saya dan Sheila Punya Kemampuan Berbeda dalam Berbahasa Inggris Saya dan Sheila Punya Kemampuan Berbeda dalam Berbahasa Inggris Reviewed by Om Marcell on Jumat, September 14, 2018 Rating: 5

1 komentar:

  1. saya lemah juga dalam menulis :) berbicara sedikit2 sih hehee

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.