Main ke Madiun dan Sarapan Pecel di Warung Sumber Roso, Mantap Jiwa!

Baca Juga

Dalam banyak catatan perjalanan saya yang tak pernah terpublikasi di blog receh ini, Madiun sudah seperti kisah yang tak pernah selesai. Di kota dengan julukan Kota Gadis (Kota Perdagangan dan Industri) itu, banyak cerita berkesan. Salah satunya adalah soal kuliner.

Main ke Madiun dan Sarapan Pecel di Warung Sumber Roso, Mantap Jiwa!
Pecel Madiun | Dok. Marsel Gunas

Yang paling diincar banyak orang saat berkunjung ke Madiun adalah Pecel Madiun. Pada umumnya, pecel merupakan makanan yang terdiri dari hidangan sayur tradisional dengan saus kacang. Pecel sudah ada sejak lama dalam sejarah Jawa. 

Dalam sebuah wawancara dengan The Jakarta Post, Ary Budiyanto, seorang antropolog dari Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur, menjelaskan bahwa menurut teks-teks kuno, pecel merujuk pada teknik memasak penggerusan. Sebagai contoh, menurut Ary, kata ‘pecel’ ditemukan dalam teks Sanghyang Siksakanda Ng Karesian, yang ditulis pada 1518. 

"Dalam teks-teks kuno itu, pecel selalu cocok dengan ayam sebagai saus atau bumbu," katanya. 

Pecel biasanya disajikan dengan lawar (sayuran mentah) atau kuluban (sayuran yang dimasak). Ketika ayam tidak tersedia, saus dan sayuran kemudian menjadi hidangan utama. Ada banyak literatur sejarah yang memberi pemaknaan terhadap 'pecel'. Pecel telah menjadi bagian integral dari keseharian masyarakat Pulau Jawa. 

"Menurut Babad Tanah Jawi, pecel asal muasalnya diceriterakan dihidangkan di daerah Yogyakarta. Dipecel berarti daun daunan yang direbus kemudian dibuang airnya dengan diperas," kata ahli gastronomi dari Universitas Gadjah Mada, Murdijati Gardjito kepada KompasTravel, Kamis, 22 Februari 2018. 

Pecel disajikan dengan cara yang berbeda di setiap daerah di Jawa. Di Madiun, pecel pada umumnya terdiri dari aneka sayuran rebus seperti kacang panjang, bunga turi, kecambah, kenikir, bayam, daun singkong, dan daun pepaya.

Kadang-kadang juga ada petai cina, kemangi, dan potongan krai dan disiram dengan bumbu kacang yang terbuat dari kacang, cabai, gula merah dan jeruk purut. Kemudian, disajikan dengan nasi, peyek, dan aneka lauk seperti tempe, tahu,daging empal, telur ceplok atau telur asin sesuai dengan selera kita.

Pecel Madiun joss!

Sejak perjumpaan pertama dengan kota yang pernah dipimpin Kanjeng Ario Adipati Ronggo Prawirodirjo III itu, pecel selalu jadi incaran. Biasanya untuk sarapan dan makan siang, pecel selalu jadi menu. 

Dua bulan lalu, saat berkunjung ke Madiun, saya sempat diajak saudarai saya, Natalia Delastri Gunas, ke warung pecel Sumber Roso, sebuah warung pecel di sekitar daerah Gulun, tak jauh dari pusat kota Madiun. Warung sederhana, tapi ramai. Pecelnya enak sekali. Serius!

Main ke Madiun dan Sarapan Pecel di Warung Sumber Roso, Mantap Jiwa!

Warung Pecel Sumber Roso terletak di Jalan Jeruk, Madiun. Warung ini diasuh seorang ibu rumah tangga dan dibuka mulai jam 6 pagi. Sebagian besar pemburu pecel Sumber Roso adalah para karyawan kantoran. Sebagian lainnya adalah warga sekitar wilayah Gulun.


Sebagai menu sarapan pagi, Pecel Sumber Roso rasanya juara. Satu porsi nasi Pecel dibandrol dengan harga Rp. 5000. Jika teman-teman sedang di Madiun, monggo mampir, nggih! Selamat menikmati.

Main ke Madiun dan Sarapan Pecel di Warung Sumber Roso, Mantap Jiwa!

Tabe
Marsel Gunas
Main ke Madiun dan Sarapan Pecel di Warung Sumber Roso, Mantap Jiwa! Main ke Madiun dan Sarapan Pecel di Warung Sumber Roso, Mantap Jiwa! Reviewed by Marsel Gunas on Rabu, November 13, 2019 Rating: 5

4 komentar:

  1. Wah kapan-kapan kalau ke madiun sempatkan jalan-jalan ke alun-alun mas. Menikmati kerupuk sambel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Njeh, Kak. Siap. Njenengan stay di Madiun ta, Kak?

      Hapus
  2. hastagaaaaaah masih ada yaa harga segitu:O. aku suka banget pecel mas. ga hrs dari madiun, pecel dr kota2 lain kayak nganjuk, aku suka juga,apalagi yg saus kacangnya puedeees :D. manteep lah itu. makanya kalo mudik ke solo, suka mampir ke kota2 yg aku tau pecelnya enak, teus beli sambelnya itu doang. tahan lama, bisa dibikin di rumah. ato kalo traveling aku cukup bawa bumbu pecelnya, trus beli sayuran deh di destinasi yg dituju :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia, Kak. Udah harganya murah, sayurannya segera, pecelnya mantab jiwa pula. Di semua daerah pecel memang punya kekhasannya masing2, semua unik dan enak. Pecah rasanya. Di Kediri lebih seru lagi. Pecel Tumpang. Hmm...Joss deh. :)

      Anyway, makasih udah mampir, Kak Fanny. Salam

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.